1. SAJAK DI PENGHUJUNG MARET
(biarlah
hujan menghapus bayangmu)
(1)
Sajak Perpisahan
Sajak Perpisahan
Menatap
langit yang menghampar kelam
menghayati irisan
kepedihan pada hitam aspal yang kulindas
dan hujaman air
jatuh di sela daun-daun jalanan
derasnya hujan yang menimpa tak kuhiraukan
derasnya hujan yang menimpa tak kuhiraukan
dinginnya memekatkan
ketidakpahaman kita
atas lembar-lembar skenario yang tertulis
atas lembar-lembar skenario yang tertulis
sudah
seharusnya....
kata itulah
yang sudah ada di ujung lidahku saat pertama bertemu
tak mampu
mengucap
tikaman
perasaan yang bergelut dalam benakku
yang tak
cerdas dalam memahami seribu makna
tak lagi
mampu mengeja ...
sudah
seharusnya kita tak bersama
biarkanlah
langit menumpahkan kepekatannya
dan tanah yang kucium menyimpan makna
dan tanah yang kucium menyimpan makna
mendoakanmu
adalah cara memelukmu dari jauh