Rabu, 25 Maret 2015




1.   SAJAK DI PENGHUJUNG MARET
(biarlah hujan menghapus bayangmu)
(1)
Sajak Perpisahan
Menatap langit yang menghampar kelam
menghayati irisan kepedihan pada hitam aspal yang kulindas
dan hujaman  air  jatuh di sela daun-daun jalanan
derasnya hujan yang menimpa tak kuhiraukan
dinginnya memekatkan ketidakpahaman kita
atas lembar-lembar skenario yang tertulis

sudah seharusnya....
kata itulah yang sudah ada di ujung lidahku saat pertama bertemu
tak mampu mengucap
tikaman perasaan yang bergelut dalam benakku
yang tak cerdas dalam memahami seribu makna
tak lagi mampu mengeja ...
sudah seharusnya kita tak bersama

biarkanlah langit menumpahkan kepekatannya
dan tanah yang kucium menyimpan makna
mendoakanmu adalah cara memelukmu dari jauh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar